Bagi masyarakat komunitas Madura yang tinggal di Banjarmasin. Ritual
tahunan tiap bulan yg umum dirayakan seperti perayaan Maulid-an bagi
kalangan Aswaja dapat gw simpulkan sebagai perayaan yg secara ironis
mungkin sebagian hadirin tidak mengerti sama sekali Bahasa Arab dan isi
Maulid Barzanzi yg dibacakan selain isi puji-pujian kepada Nabi Muhammad
dan juga Tawassul kepada ulama besar KH Khalil Al-Bangkalany. Yang gw
lihat, perayan maulid tidak hanya sebagai perayaan perbaikin gizi dimana
hadirin disuguhi buah buahan dan daging ayam / kambing sebagai santapan
tetapi perayaan ini adalah sebagai wadah untuk berkumpul dan mengundang
masyarakat non madura sebagai tempat bersilaturahmi dan membuka
komunikasi dgn masyarakat lokal sekitar. #note.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.