"agama gak perlu dihancurkan atau dibubarkan, biarlah agama itu hancur
atau senantiasa ada karena sendirinya, toh kalau memang nantinya hancur
ya hancur (sebagai contoh agama Hellenistik dan Mesir Kuno yang hancur
dengan sendirinya)... Karl Marx pun gak pernah menganjurkan (apalagi
mewajibkan) agama harus dihapus, justru agama itu menandai adanya
penindasan yang tidak hanya akal budi, tapi juga raga si manusia agamis,
buktinya adalah do'a, orang-orang yang agamis banyak yang berdo'a
menumpahkan keluh-kesahnya pada Tuhan, kalau lo curhat ama temen
menumpahkan segala unek-unek, berarti ada sesuatu yang menindas lo,
misalnya lo curhat ama temen lo kalo cewek lo selingkuh, berarti
perselingkuhan telah mengendap di alam bawah sadar, lalu hasrat alam
bawah sadar itu naik ke permukaan alam sadar dan menindas lo
(psiko-analisa-nya Sigmund Freud)... jadi, yang bijak adalah mencari
cara-cara supaya tidak ada penindasan, sayangnya itu utopia... dan
lagian apa daya gue sehingga mampu menghancurkan agama? siapa gue? grin emoticon" - Kutipan dari berbalas surat (e-mail) dari seorang yg berfilsafat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.